Monday, March 26, 2007

menemukan katarsis?

Satu, satu dan satu
persis ketul batu.
yang meluru merempuh dari jurang dan gunung
mengoyak tirai damai, menghalau

kupu-kupu tenteram yang
baru cuba bermain-main di taman

hati.

Ketika lembar-lembar surat yang ditatap
bercerai-cerai menjadi himpunan
ayat yang pecah
kepada h ur u f – h u r uf

ter pi sah satu, satu, dan satu

tak p u ny a pengertian.

Ketika alam maujud
bukan lagi realiti yang tegar

hanya maya

objek tanpa jasad, yang ada hanya diri
…yang keliru mencari siapa diri?

Kabus mengapung-apung dan pandangan menjadi

kabur

Satu, satu dan satu
seruan bertalu.
Ini futur menuntut katarsis.
Sebelum satu, satu dan satu

hayat berlalu.

4 comments:

SangPelangi said...

aku masih tak tahu apa itu katarsis..
cuba terangkan serba sedikit kat aku. Atau aku sudah lupa ia mata pelajaran Sains Tingkatan dua?

p/s: haa.. nasib baik bukan kisah seram lagi.. sudah kembali ke angin tenang.. baguih2...

Aku pula terjelepuk ke arena mistik dan keseraman.. hati2 di teratak hamba ya?

Ku Keng said...

Tapi dari azali kesemua satu. Dan janji-janji yang dilafazkan sebelum perpisahan sampai kini masih tidak ditepati.

Maisarah said...

Assalamualaykum wbt,

Hmm, mendalam maksudnya tu adibah,

subhanAllah...you can write well, sangat puitis...

Keep up the good work!

May Allah bless you always..

puteri bongsu kesayangan bonda said...

sudah kau temukan katarsis itu, sahabat? bawa aku kepadanya. tunjukkan aku bagaimana.

kupu-kupu itu lama benar tidak singgah bermain-main di taman hati. lembar-lembar surat sudah tidak punya makna lagi.

seruan bertalu. membingitkan pendengaran, menyesakkan pemikiran. dan aku masih tak ketemu.

ini futur menuntut katarsis..!

bertitik tolak kefahaman, berkehendak kekuatan, bersyarat kesabaran - dari mana nak kucari dalam kelam hati, dalam keliru diri? jalan simpang siur. kaki tak terdaya pergi. siapa akan mengerti? siapa bisa selamatkan aku dari sini?

(dan terdengar bisik dari alam. diri tersentak keharuan)

T.U.H.A.N